Corona effect, migrasi dari pasar Tradisional ke pasar Digital

Masih tentang corona covid-19, banyak hal yang menjadi sorotan. Tidak hanya soal bertambahnya korban yang positif corona, tapi soal bertambahnya jumlah orang yang kehilangan pekerjaan.

Dikatakan kehilangan pekerjaan, tentu hal ini tidak pas untuk para pedagang, karena memang pekerjaannya sudah tak terbatas waktu, bisa kapan dan dimana saja, yang membedakan siapa yang melakukan usaha perdagangan tersebut.

Menilik dampak corona terhadap pedagang saat ini, sungguh sangat mengkhawatirkan. Bahkan pasar grosir terbesar di Asia Tenggara juga terkena imbasnya, yaitu penutupan sampai batas yang belum ditentukan.

Tentu saja hal ini membuat para pedagang gelisah, apalagi menjelang ramadhan dan lebaran, stok barang sangat meningkat karena memang di bulan ramadhan biasanya penjualan bisa naik 100 hingga 200 persen dibanding bulan-bulan lain.

Sebuah tantangan baru bagi setiap pedagang, bagaimana dalam kondisi seperti ini omzet masih bertahan dan bahkan kalau bisa terus meningkat.

Sebuah jalan saat ini adalah bagaimana ikut meramaikan pasar digital dengan berbagai macam platform seperti marketplace BUKALAPAK, TOKOPEDIA, SHOPEE, LAZADA atau marketplace lainnya.

Bicara soal marketplace, apa itu marketplace?

Marketplace adalah sebuah wadah digital atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Kalau dianalogikan, marketplace itu tak ubahnya seperti pasar tradisional yang didalamnya terdapat berbagaimacam toko. Setiap toko bebas memajang dan menjual barang dagangan masing-masing dengan harga yang diatur sendiri. Bedanya dengan marketplace, system pembayaran dengan cara satu pintu. Maksudnya, setiap penjualan toko akan masuk ke 1 rekening bersama dan bisa dicairkan jika telah terpenuhi batas minimal pencairan dan atau pembeli telah melakukan konfirmasi penerimaan barang.

Tak hanya di marketpkace, para pedagang juga memajang barang sagangannya di social media seperti facebook, instagram, status whatsapp atau social media lainnya. Ibaratnya ini memanfaatkan jaringan dalam yaitu orang orang yang terkoneksi dan berteman dengan sipedagang di media social.

Inilah sebagian cara-cara pedagang untuk tetap betahan ditengah kondiai pandemi corona saat ini. Semoga wabah ini segera berakhir dan kehidupan kembali normal.