Manisnya Hutang Bernama Arisan

Manusia mempunyai hasrat untuk memiliki dan untuk berubah. Adalah wajar jika hal itu akan diupayakan dengan berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Bahkan terkadang alasan yang tidak logispun dipaksa menjadi logis hanya untuk sebuah keinginan.

Kita dihadapkan pada pikiran, bagaimana caranya dalam tempo waktu yang singkat saya bisa mengumpulkan uang sekian Rupiah untuk sebuah kebutuhan..? Yang kita fikirkan, tak mengapalah kita sisihkan dari penghasilan sekian rupiah, nanti kalua disimpan sendiri akan terpakai untuk keperluan ini dan itu. Kita tergiur dengan sebuah pengumpulan uang secara Bersama yang disebut dengan Arisan. Ya..arisan, manisnya tatkala menerima, tapi ketika sudah menerima itu akan terasa sangat pahit dan membuat was-was, apalagi dihadapkan pada masa sulit dan peceklik, hal itu akan terasa sekali. Apalagi ikut dalam jumlah besar dan keadan ekonomi merosot seperti sekarang ini. Perekonomian anjlok di segala bidang karena pandemic Virus Covid-19 atau virus Corona.

Tak ada pergerakan ekonomi, apalagi pedagang pasar tradisional yang setiap hari bias mengumpulkan omset sekian juta bahkan puluhan juta, tiba-tiba terjadi penurunan drastis bahkan sampai pada titik Nol. Ini tentu sangat berpengaruh sekali, tagihan demi tagihan harus dibayarkan sementara pemasukan tidak seimbang.

Untuk yang ikut arisan, cukup sudah ini menjadi pembelajaran, tidak ada alasan tidak bias simpan uang sendiri dan tidak ada alasan keperluan mendesan bisa ditanggulangi dengan arisan, toh arisan itu juga tidak bisa di minta ketika kita butuh, karena system yang dipakai kebanyak system Lot.

Tapi, nama nya hutang wajib dibayarkan, tinggal pengelola arisan dan peserta arisan bersepakat atau tidak menghentikan sementara penarikan dikala masa sulit seperti saat ini.

Semoga kita terhindar dari manisnya hutang yang bernama arisan ini. Dan segera taubat dan mencari solusi lain dalam memenuhi kebutuhan mendadak.

Penjelasan dari Ustadz Doktor Khalid Basalamah berikut akan bermanfaat, terutama yang ikut arisan dimasa sulit sekarang ini.