Zakat ke Non Muslim, bisakah?

Baru-baru ini muncul kontroversi tentang sebuah surat edaran salah satu negeri di Bangsa Indonesia ini yang mengatakan bahwa Dana Zakat hanya diperuntukan untuk kaum Muslim saja yang tergolong kedalam mustahiq.

Lalu berseliweran hujatan-hujatan di media sosial yang tak tanggung-tanggung dari “sebelah” yang mengatakan Ini adalah Sara, Ini teroris dan sebagainya. Sakit lo bro n sis digituin..

Bro n sis, ini yang dibahas dana zakat lo, bukan dana tunjangan, kenapa situ sewot sih, mau dapat zakat juga? Benaran mau? Kalau memang berminat, silahkan ikuti syaratnya. Setelah syaratnya terpenuhi, maka pastikan bro n sis termasuk 8 golongan yang berhak menerima zakat.

Syarat utama penerima zakat adalah harus ISLAM. Kalau bro n sis berminat, sikahkan bersyahadat dulu. Ini landasannya, silahkan dibaca dan dipahami.

Rasulullah bersabda kepada Mu’adz ketika akan berdakwah ke Yaman,

ﻓﺈﻥ ﺃﻃﺎﻋﻮﻙ ﻟﺬﻟﻚ ﻓﺄﻋﻠﻤﻬﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻓﺘﺮﺽ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺻﺪﻗﺔ ﺗﺆﺧﺬ ﻣﻦ ﺃﻏﻨﻴﺎﺋﻬﻢ ﻓﺘﺮﺩ ﻓﻲ ﻓﻘﺮﺍﺋﻬﻢ

“Jika mereka pun patuh untuk itu, ajari pula mereka bahwa Allah mewajibkan mereka menunaikan zakat yang ditarik dari orang-orang kaya mereka lalu diserahkan pada para fakir miskin dari kalangan mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Ibnul Mudzir menyatakan ada ijma’ ulama dalam hal ini. Beliau berkata,

ﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﺬﻣﻲ ﻻ ﻳﻌﻄﻰ ﻣﻦ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﺷﻴﺌﺎ

“Ulama menyatakan secara ijma’ bahwa kafir dzimmi tidak diberi zakat sedikitpun.” [Al-Ijma’ hal.8]

An-Nawawi juga menyatakan inilah pendapat jumhur ulama. Beliau berkata,

ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺳﻠﻔﺎً ﻭﺧﻠﻔﺎً ﺇﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺩﻓﻊ ﺷﻲﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻛﺎﺓ ﻟﻠﻔﻘﻴﺮ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺴﻜﻴﻦ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ

“Jumhur ulama salaf (dahulu) dan khalaf (sekarang) berpendapat tidak boleh memberikan zakat kepada fakir atau miskin dari orang kafir.” [Al-Majmu’ 6/228)

Demikian juga Ibnu Qudamah menyatakan,

ﻻ ﻧﻌﻠﻢ ﺑﻴﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﻼﻓﺎ ﻓﻲ ﺃﻥ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ﻻ ﺗﻌﻄﻰ ﻟﻜﺎﻓﺮ ﻭﻻ ﻟﻤﻤﻠﻮﻙ

“Kami tidak mengetahui adanya khilaf dari ahli ilmu bahwa zakat harta tidak boleh diberikan kepada orang kafir dan budak.” [Al-Mughni 2/487]

Demikian juga zakat fitri, tidak boleh diberikan kepada orang kafir.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimim ditanya,

هل يجوز إعطاء زكاة الفطر للعمال من غير المسلمين؟

“Bolehkah memberikan zakat fitri kepada pekerja selain kaum muslimin”?

Beliau menjawab,

لا يجوز إعطاؤها إلا للفقير من المسلمين فقط

“Tidak boleh memberikannya kecuali kepada orang miskin kaum muslimin saja.” [Majmu’ Fatawa 18/285]

Setelah bro n sis memenuhi syarat tersebut, pastikan bro n sis memenuhi kriteria penerima zakat, kami menyebutnya asnaf yang delapan. Sebagaimana tercantum dalam Al-Quran surat At Taubah ayat 60, berikut perinciannya menurut baznas.

  1. Fakir; Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
  2. Miskin; Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
  3. Amil; Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Mu’allaf; Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
  5. Hamba sahaya; Budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  6. Gharimin; Mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  7. Fisabilillah; Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
  8. Ibnus Sabil; Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Nah, sampai disini pahamkan bro n sis..??

Semoga bro n sia mendapat hidayah untuk masuk islam, islam itu keren lo bro n sis. Semoga kita tetap bersatu sebagai sama sama anak negeri tercinta Indonesia ini.

Sumber :

Muslim.or.id

Baznas.go.id